Loading Now

TARI BORAN Dorong Sekolah Hijau melaluiGerakan Tanam dan Rawat Tanaman Bersama

Lamongan – SD Negeri Ngayung, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, mengembangkan inovasi TARI BORAN (Tanam Rindang Borong Tanaman) sebagai gerakan penghijauan sekolah yang memadukan pendidikan lingkungan, kolaborasi warga sekolah, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. Program ini mengajak kepala sekolah, guru, siswa, komite, orang tua, dan mitra eksternal untuk terlibat dalam penanaman serta perawatan pohon dan tanaman di lingkungan sekolah. Konsep “borong tanaman” menjadi ciri khas inovasi karena bibit diperoleh dari petani atau pelaku usaha pembibitan lokal. Melalui pendekatan tersebut, upaya menjaga lingkungan berjalan beriringan dengan dukungan terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

TARI BORAN lahir dari kebutuhan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, sejuk, sehat, dan nyaman sebagai ruang belajar. Pedoman teknis menempatkan sekolah bukan hanya sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Tantangan seperti perubahan iklim, polusi udara, dan berkurangnya ruang terbuka hijau menjadi alasan penting untuk menghadirkan gerakan yang melibatkan peserta didik secara langsung. Pohon rindang yang ditanam diharapkan memperbaiki kualitas udara, menurunkan suhu lingkungan, menyediakan tempat berteduh, dan menciptakan ruang belajar luar kelas yang lebih fungsional.

Pelaksanaan TARI BORAN tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon. Siswa dilibatkan dalam proses pemilihan lokasi tanam, penanaman, pemeliharaan, pencatatan pertumbuhan, hingga pelaporan perkembangan tanaman secara berkala. Setiap pohon dapat diberi identitas yang memuat jenis tanaman, tanggal tanam, dan penanggung jawab perawatan agar proses monitoring lebih mudah dilakukan. Pola ini membuat peserta didik belajar bahwa penghijauan memerlukan komitmen jangka panjang, bukan hanya kegiatan seremonial sesaat.

Program ini juga diintegrasikan dengan pembelajaran kontekstual dan penguatan karakter. Kegiatan menanam dan merawat tanaman dapat dimanfaatkan dalam mata pelajaran IPA, IPS, Prakarya, Pendidikan Lingkungan Hidup, maupun pembelajaran berbasis proyek. Siswa dapat membuat jurnal tanam, mengamati pertumbuhan pohon, mengumpulkan data, dan mempresentasikan hasil pengamatan di kelas. Integrasi tersebut membantu membangun kemampuan observasi, literasi, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kebaruan TARI BORAN terletak pada penggabungan gerakan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Jika program penghijauan pada umumnya hanya berfokus pada penanaman, TARI BORAN mengembangkan konsep pembelian bibit secara terkoordinasi dari pelaku usaha lokal. Pola ini memberikan manfaat langsung kepada petani dan pembibit sekaligus memastikan ketersediaan tanaman untuk mendukung kegiatan sekolah. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan bersama dengan penguatan jejaring sosial dan ekonomi masyarakat.

Desain inovasi juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dinas terkait, dan mitra melalui program tanggung jawab sosial atau dukungan pembibitan. Sekolah dapat memanfaatkan jejaring tersebut untuk memperoleh pendampingan, menambah sumber daya, dan memperluas wawasan siswa tentang isu lingkungan. Kampanye melalui media sosial dan dokumentasi digital juga dapat digunakan untuk memperkuat partisipasi serta menyebarkan praktik baik. Dengan cara ini, TARI BORAN berkembang sebagai gerakan lingkungan yang bersifat edukatif, partisipatif, dan mudah direplikasi.

Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 24 Juli 2025 menyebut TARI BORAN diluncurkan pada Januari 2025 dan dikembangkan melalui tahapan uji coba, penguatan sistem, hingga implementasi penuh pada Maret 2025. Dalam pelaksanaannya, siswa terlibat menanam tanaman lokal seperti pohon buah dan tanaman obat sambil mempelajari konsep ekosistem melalui pendekatan Problem Based Learning. Program juga diperkuat dengan penyuluhan lingkungan dan penggunaan tanaman sebagai media pembelajaran. Hasil awal menunjukkan meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan lingkungan serta pemahaman mereka mengenai pentingnya pelestarian ekosistem.

Melalui TARI BORAN, SD Negeri Ngayung berupaya membangun sekolah hijau yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga memiliki budaya peduli lingkungan yang kuat. Kegiatan penghijauan, pemeliharaan tanaman, pembelajaran berbasis lingkungan, serta keterlibatan komunitas menjadi satu rangkaian yang saling mendukung. Program ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang lebih bertanggung jawab, peduli, dan terbiasa menjaga lingkungan melalui tindakan nyata. Dalam jangka panjang, TARI BORAN dapat menjadi praktik baik pendidikan lingkungan yang menginspirasi sekolah lain di Kabupaten Lamongan.

Post Comment