Loading Now

PENA SI CATIN, Cegah Anemia Sejak Calon Ibu Belum Memasuki Masa Kehamilan

Pelaksanaan PENA SI CATIN di Puskesmas Sumberaji sebagai upaya skrining kesehatan calon pengantin wanita sebelum memasuki masa kehamilan. Foto: Dokumentasi Puskesmas Sumberaji

Puskesmas Sumberaji menghadirkan PENA SI CATIN (Pengendalian Anemia Ibu Hamil Melalui Skrining Dini Calon Pengantin) sebagai inovasi untuk mencegah anemia sejak masa prakonsepsi. Inovasi ini dikembangkan karena prevalensi anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sumberaji mencapai 52 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan perlu dilakukan lebih awal, bahkan sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Melalui PENA SI CATIN, calon pengantin wanita menjadi sasaran utama skrining agar kondisi kesehatannya dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Sebelum PENA SI CATIN diterapkan, calon pengantin wanita yang datang ke Puskesmas Sumberaji umumnya hanya memperoleh pelayanan suntik Tetanus Toxoid (TT). Pola tersebut kemudian dikembangkan menjadi pelayanan yang lebih menyeluruh dengan mengintegrasikan beberapa jenis pemeriksaan dalam satu kunjungan. Calon pengantin tidak hanya mendapatkan pelayanan dasar, tetapi juga diperiksa kondisi kesehatannya sebagai bagian dari persiapan menuju kehamilan. Pendekatan ini menjadikan masa sebelum pernikahan sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesiapan kesehatan calon ibu.

Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) menjadi salah satu bagian utama dalam pelaksanaan inovasi. Pemeriksaan laboratorium digunakan untuk mengetahui apakah calon pengantin wanita mengalami anemia atau memiliki kondisi yang perlu mendapat perhatian sebelum memasuki masa kehamilan. Apabila ditemukan masalah, tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi lebih awal sehingga calon ibu memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi kesehatannya. Skrining dini ini sekaligus mendukung tujuan PENA SI CATIN dalam memutus rantai anemia sejak masa prakonsepsi.

Pelayanan PENA SI CATIN dilaksanakan secara terpadu melalui pemeriksaan kesehatan umum untuk mengetahui kondisi calon pengantin secara menyeluruh, pemeriksaan gigi dan mulut untuk mendeteksi masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi umum dan status gizi, serta pemeriksaan laboratorium terutama pengukuran kadar hemoglobin sebagai indikator anemia. Rangkaian pelayanan tersebut juga dilengkapi dengan konseling gizi yang memberikan panduan mengenai pola makan sehat dan pemenuhan nutrisi. Selain itu, calon pengantin memperoleh edukasi kesehatan melalui media visual mengenai kesehatan prakonsepsi, gizi, dan upaya mencegah anemia. Seluruh pelayanan disusun sebagai satu kesatuan agar calon pengantin mendapatkan pemeriksaan dan pemahaman kesehatan secara lebih menyeluruh dalam satu kunjungan.

Rangkaian pelayanan tersebut dirancang agar dapat dilaksanakan secara cepat dan efisien. Dalam tata kelola inovasi, proses pelayanan PENA SI CATIN dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari. Dengan mekanisme tersebut, calon pengantin dapat memperoleh beberapa jenis pemeriksaan dan konsultasi tanpa harus menjalani banyak kunjungan terpisah. Pelayanan terpadu ini menjadi salah satu keunggulan inovasi karena menggabungkan deteksi, edukasi, dan pendampingan dalam satu proses pelayanan.

Selain pemeriksaan kesehatan, calon pengantin juga mendapatkan welcome drink berupa susu siap minum sebagai bagian dari dukungan nutrisi selama pelayanan. Edukasi mengenai pola makan sehat diberikan untuk membantu calon pengantin memahami pentingnya menjaga kadar hemoglobin dan kondisi fisik sebelum kehamilan. Informasi kesehatan juga disampaikan melalui media visual ketika calon pengantin menunggu giliran pemeriksaan. Dengan cara tersebut, pelayanan tidak berhenti pada pemeriksaan medis, tetapi turut meningkatkan pengetahuan calon ibu mengenai kesehatan prakonsepsi.

Libatkan KUA untuk Memperluas Jangkauan

Pelaksanaan PENA SI CATIN diperkuat melalui kerja sama antara Puskesmas Sumberaji dan Kantor Urusan Agama (KUA). KUA berperan mendorong calon pengantin yang sedang mempersiapkan pernikahan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Sinergi tersebut membantu memperluas cakupan pelayanan sehingga lebih banyak calon pengantin wanita memperoleh skrining dan edukasi kesehatan. Persiapan pernikahan pun tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga kesiapan fisik calon ibu sebelum membangun keluarga.

Pengembangan inovasi dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan, uji coba, peluncuran, hingga monitoring dan evaluasi. Proses penciptaan inovasi tersebut dilaksanakan dalam rentang waktu sekitar 1-3 bulan, dengan tahapan yang dirancang untuk memastikan pelayanan dapat diterapkan secara efektif. Setelah dilaksanakan, pemantauan dan evaluasi menjadi bagian penting untuk mengetahui keberlangsungan dan kebutuhan pengembangan program. Mekanisme ini memungkinkan PENA SI CATIN terus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan calon pengantin.

Menyiapkan Kehamilan yang Lebih Sehat

PENA SI CATIN diarahkan untuk membantu calon ibu memasuki masa kehamilan dengan kondisi kesehatan yang lebih optimal. Deteksi anemia sebelum kehamilan memberikan waktu yang lebih panjang bagi calon pengantin untuk memperbaiki pola makan, memenuhi kebutuhan gizi, dan mengikuti tindak lanjut dari tenaga kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan. Kondisi ibu yang lebih sehat sekaligus menjadi fondasi penting bagi perkembangan janin dan kesehatan anak yang dilahirkan.

Melalui PENA SI CATIN, Puskesmas Sumberaji menggeser pendekatan pencegahan anemia dari yang semula berfokus pada masa kehamilan menjadi intervensi sejak prakonsepsi. Tingginya prevalensi anemia sebesar 52 persen menjadi dasar penting bagi penguatan skrining calon pengantin wanita. Integrasi pemeriksaan kesehatan, laboratorium, konseling gizi, edukasi, serta kolaborasi dengan KUA membuat pelayanan menjadi lebih komprehensif. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung penurunan anemia pada ibu hamil sekaligus memperkuat kesehatan ibu dan generasi berikutnya.

Sumber bahan: PENA SI CATIN (Pengendalian Anemia Melalui Skrining Dini Calon Pengantin), Puskesmas Sumberaji, Kabupaten Lamongan.

Post Comment