Loading Now

PETA SI UDIN Tingkatkan Kompetensi Petugasuntuk Pelayanan Peternakan yang Lebih Unggul

Lamongan – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi PETA SI UDIN (Pelatihan Berkelanjutan Berbasis Partisipatif untuk Petugas Dinas) untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial petugas lapangan. Inovasi ini dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan peternakan dan kesehatan hewan yang terus berkembang, mulai dari pemeriksaan kebuntingan, pengobatan, vaksinasi, hingga edukasi kepada peternak. Pendekatan pelatihan dibuat lebih interaktif agar petugas tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi aktif bertukar pengalaman dan menyelesaikan kasus nyata. Melalui pola tersebut, pengetahuan yang diperoleh dapat lebih cepat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

PETA SI UDIN lahir dari evaluasi terhadap pelatihan konvensional yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan kepercayaan diri petugas saat menyampaikan informasi teknis kepada masyarakat. Tantangan di lapangan juga semakin beragam, seperti munculnya penyakit hewan baru, perubahan regulasi, serta perubahan pola usaha ternak masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan. Karena itu, inovasi ini menempatkan kebutuhan riil lapangan sebagai dasar dalam penyusunan materi dan metode pelatihan.

Kebaruan PETA SI UDIN terletak pada pendekatan partisipatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman. Kegiatan pelatihan menggunakan diskusi interaktif, simulasi kasus, praktik lapangan, serta refleksi kelompok untuk membantu petugas memahami materi secara lebih mendalam. Petugas juga dilibatkan sebagai fasilitator agar proses pembelajaran tidak bergantung pada satu narasumber. Model ini mendorong budaya berbagi pengetahuan dan memperkuat rasa memiliki terhadap proses peningkatan kapasitas di lingkungan dinas.

Program diarahkan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan target minimal satu kali pelatihan setiap triwulan per wilayah kerja. Pedoman teknis juga menetapkan target 80 persen petugas mengalami peningkatan skor evaluasi pascapelatihan, kepuasan peserta sebesar 90 persen, serta peningkatan kegiatan edukasi kepada peternak sebesar 30 persen dalam satu tahun. Kepuasan peternak terhadap layanan petugas ditargetkan mencapai 80 persen. Indikator tersebut digunakan untuk memastikan bahwa pelatihan menghasilkan perubahan nyata pada kualitas pelayanan.

Pengembangan PETA SI UDIN turut didukung oleh penyusunan modul pelatihan yang terdokumentasi dan dapat diperbarui sesuai perkembangan regulasi maupun teknologi peternakan. Dinas juga menyiapkan penguatan fasilitator internal melalui Training of Trainers agar regenerasi pelatih dapat berjalan mandiri. Selain itu, pengembangan PETA SI UDIN Digital diarahkan untuk memperluas akses pelatihan dan mempermudah komunikasi antarpetugas dalam menyelesaikan persoalan lapangan. Integrasi digital juga diharapkan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.

Dalam pelaksanaannya, inovasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga membangun budaya kerja kolaboratif dan adaptif. Petugas didorong untuk lebih percaya diri dalam melakukan diagnosis penyakit, memberikan edukasi, menerapkan regulasi terbaru, dan merespons perubahan teknologi. Pengetahuan yang terus diperbarui membantu mengurangi kesalahan prosedur serta meningkatkan kecepatan penanganan kasus di lapangan. Dampaknya diharapkan langsung dirasakan oleh peternak melalui pelayanan yang lebih tepat dan responsif.

Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 23 Juli 2025 mencatat perkembangan positif PETA SI UDIN. Tingkat kompetensi petugas disebut meningkat dari 70 persen pada 2022 menjadi 85 persen pada 2024, sedangkan frekuensi pelatihan meningkat dari lima kali menjadi 36 kali per tahun. Indeks Kepuasan Masyarakat juga meningkat dari 83,24 menjadi 88,76. Program tersebut dilaksanakan melalui penyusunan modul kontekstual, sesi mingguan setiap Rabu atau “Rabuan”, pembentukan fasilitator internal, serta pemantauan melalui Sistem Evaluasi Internal PETA.

Melalui PETA SI UDIN, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan berupaya membangun sistem pengembangan sumber daya manusia yang tidak berhenti pada kegiatan pelatihan sesaat. Inovasi diarahkan menjadi budaya belajar berkelanjutan yang mampu menjawab dinamika pelayanan peternakan dan kesehatan hewan. Peningkatan kompetensi petugas diharapkan berkontribusi terhadap produktivitas ternak, penurunan keluhan masyarakat, peningkatan pemahaman peternak, dan kesejahteraan pelaku usaha ternak. Dengan modul yang fleksibel dan dukungan sistem digital, PETA SI UDIN juga berpotensi direplikasi pada wilayah atau unit pelayanan lainnya.

Post Comment