Loading Now

YSS, Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Kepala Keluarga di Lamongan

Sosialisasi dan penyaluran bantuan sosial kepada penerima Kepala Rumah Tangga Perempuan dalam Program Yakin Semua Sejahtera (P-YSS) di Kabupaten Lamongan. Foto: Dinas Sosial Kabupaten Lamongan.

Pandemi Covid-19 tidak hanya membawa risiko kesehatan, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kerentanan keluarga berpenghasilan rendah. Dampak tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lamongan karena banyak rumah tangga kehilangan atau mengalami penurunan sumber pendapatan. Dalam kondisi itu, kelompok Kepala Rumah Tangga Perempuan Kurang Sejahtera menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan dukungan khusus agar mampu mempertahankan ketahanan sosial dan ekonomi keluarganya. Pemerintah Kabupaten Lamongan kemudian mengembangkan Program Yakin Semua Sejahtera atau YSS sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pemberdayaan masyarakat.

Pedoman teknis YSS mencatat bahwa tingkat kemiskinan Kabupaten Lamongan pada Februari 2021 berada pada angka 13,85 persen. Situasi pandemi yang menghentikan atau memperlambat berbagai kegiatan ekonomi dikhawatirkan semakin memperbesar tekanan terhadap pendapatan masyarakat. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah kemudian menjalankan berbagai kebijakan Jaring Pengaman Sosial untuk menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempertahankan aktivitas ekonominya. YSS ditempatkan sebagai salah satu program reguler daerah yang direfocusing untuk membantu pemulihan kelompok masyarakat terdampak.

Program YSS diprioritaskan bagi Kepala Rumah Tangga Perempuan Kurang Sejahtera atau KRTPKS yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Sasaran program tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Pemanfaatan DTKS menjadi dasar penting agar penerima program dapat diidentifikasi secara lebih tepat dan bantuan diarahkan kepada rumah tangga yang benar-benar membutuhkan. Melalui pendekatan tersebut, YSS diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi pintu masuk menuju penguatan kapasitas ekonomi keluarga.

Konsep YSS dibangun dengan prinsip ‘membantu dengan hati’ yang menempatkan empati sosial dan penghormatan terhadap martabat penerima manfaat sebagai dasar pelaksanaan. Program memberi ruang kepada keluarga penerima untuk menentukan kebutuhan dan jenis kegiatan ekonomi yang dinilai paling sesuai dengan kondisi mereka. Pendekatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kembali motivasi, rasa percaya diri, dan kemampuan penerima manfaat dalam membangun sumber penghasilan secara mandiri. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan dengan upaya menjaga harga diri serta nilai gotong royong di lingkungan masyarakat.

Intervensi YSS berfokus pada peningkatan pendapatan keluarga melalui bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha atau kegiatan produktif. Penerima manfaat juga diarahkan memperoleh pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha agar bantuan yang diterima tidak berhenti sebagai dukungan konsumtif. Penguatan kapasitas ini diharapkan membantu keluarga mengembangkan usaha kecil, menciptakan peluang kerja, dan memperbaiki kondisi ekonominya secara bertahap. Dampak yang dituju bukan hanya peningkatan pendapatan individu, tetapi juga bergeraknya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Pelaksanaan YSS diintegrasikan dengan Program Jaring Pengaman Sosial dan berbagai program pemerintah lainnya agar dukungan yang diberikan lebih menyeluruh. Integrasi tersebut memungkinkan aspek bantuan sosial, penguatan ekonomi, pendampingan, dan pemutakhiran data penerima manfaat berjalan dalam satu kerangka yang saling mendukung. Pada sisi tata kelola, identifikasi penerima manfaat dilakukan berdasarkan DTKS sehingga program memiliki basis data yang jelas. Pendekatan ini juga membantu pemerintah melakukan pemantauan terhadap sasaran dan memastikan bantuan digunakan sesuai tujuan pemberdayaan.

Program YSS memiliki orientasi jangka panjang untuk membantu keluarga penerima keluar dari kondisi kemiskinan secara bertahap. Peningkatan pendapatan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial sekaligus memperkuat kemampuan keluarga menghadapi tekanan ekonomi di masa mendatang. Pemberdayaan Kepala Rumah Tangga Perempuan juga menjadi bagian penting karena kelompok ini memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Dengan dukungan yang tepat, penerima manfaat diharapkan mampu membangun usaha, meningkatkan kemandirian, dan memperbaiki kualitas hidup keluarganya.

Pedoman teknis YSS mencatat mekanisme pelayanan inovasi dapat menghasilkan proses dalam waktu satu hari, sedangkan proses penciptaannya dikembangkan dalam rentang sekitar satu hingga tiga bulan. Tahapannya meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan, uji coba, peluncuran, monitoring, dan evaluasi untuk memastikan program dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan YSS juga terus berlanjut dan masih menjadi salah satu program Dinas Sosial Kabupaten Lamongan dalam mendukung kelompok perempuan kepala rumah tangga. Melalui kombinasi bantuan, pemberdayaan ekonomi, data sosial, dan pendampingan, YSS menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong kesejahteraan yang lebih berkelanjutan.

Sumber bahan: YSS (Yakin Semua Sejahtera), Kabupaten Lamongan, 2023; serta laman resmi Dinas Sosial Kabupaten Lamongan.

Post Comment