JAMILA Perkuat Penjaringan Ibu Hamil Baru melalui Layanan Aktif Berkala di Kembangbahu
BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN

Dokumentasi asli kegiatan Bimbingan Teknis Inovasi JAMILA kepada kader kesehatan se-Kecamatan Kembangbahu di Aula Puskesmas Kembangbahu. Sumber: Puskesmas Kembangbahu Kabupaten Lamongan.
Lamongan – Puskesmas Kembangbahu Kabupaten Lamongan memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui inovasi JAMILA (Penjaringan Ibu Hamil Aktif Berkala). Program ini dirancang untuk menjaring ibu hamil secara aktif setiap bulan, terutama ibu hamil baru atau K1 yang belum terdata dan belum memperoleh pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan. JAMILA menjadi langkah proaktif agar ibu hamil tidak terlewat dari pemantauan, edukasi, dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Pendekatan tersebut sekaligus memperluas jangkauan layanan KIA hingga ke tingkat desa dan rumah tangga.
Inovasi JAMILA berangkat dari capaian K1 di wilayah kerja Puskesmas Kembangbahu yang pada 2022 berada pada angka 88,4 persen dan belum memenuhi target yang diharapkan. Puskesmas kemudian melakukan uji coba program pada Desember 2022 dengan melibatkan petugas KIA, kader posyandu, dan perangkat desa. Setelah implementasi berjalan, capaian K1 pada 2023 meningkat menjadi 90,1 persen. Meski belum mencapai 100 persen, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penjaringan aktif dapat membantu menemukan lebih banyak ibu hamil yang sebelumnya belum terjangkau layanan.
Pelaksanaan JAMILA dilakukan melalui penjaringan berkala setiap bulan untuk memastikan seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kembangbahu terdata dan mendapatkan pelayanan. Ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan ke puskesmas dapat dikunjungi oleh petugas kesehatan bersama kader posyandu. Dalam kunjungan tersebut, tenaga kesehatan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penilaian risiko kehamilan untuk mengetahui kondisi ibu secara lebih dini. Apabila ditemukan risiko tinggi atau komplikasi, intervensi dan rujukan dapat segera diberikan sesuai kebutuhan.
Selain pemeriksaan, program JAMILA memberikan edukasi dan konseling mengenai kesehatan kehamilan, gizi, serta persiapan persalinan. Informasi diberikan secara berkala agar ibu hamil memahami pentingnya pemeriksaan rutin dan mampu menjaga kondisi kesehatan selama kehamilan. Pendekatan edukatif ini diharapkan meningkatkan kepatuhan ibu terhadap jadwal kunjungan serta rekomendasi tenaga kesehatan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, ibu hamil juga dapat mengenali lebih awal tanda-tanda yang membutuhkan penanganan medis.
Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari desain layanan JAMILA untuk mendukung registrasi, pencatatan, pengingat jadwal kunjungan, dan penyampaian informasi kesehatan. Pengelolaan data yang lebih terstruktur membantu petugas kesehatan memantau perkembangan ibu hamil dari waktu ke waktu. Dukungan platform digital juga membantu proses administrasi menjadi lebih efisien dan memudahkan tindak lanjut terhadap sasaran yang belum mendapatkan pelayanan. Integrasi antara kunjungan lapangan dan pencatatan digital membuat pelayanan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Penguatan program juga dilakukan melalui bimbingan teknis kepada kader kesehatan se-Kecamatan Kembangbahu. Dokumentasi resmi Puskesmas Kembangbahu menunjukkan kegiatan bimtek JAMILA yang dilaksanakan di Aula Puskesmas Kembangbahu sebagai persiapan penjaringan ibu hamil K1. Kader kesehatan dibekali pemahaman mengenai mekanisme program agar dapat membantu menemukan sasaran di masing-masing wilayah. Keterlibatan kader dan perangkat desa menjadi penting karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat membantu memastikan ibu hamil yang belum terjaring segera mendapat pelayanan.
Melalui JAMILA, Puskesmas Kembangbahu berupaya menghadirkan pelayanan KIA yang lebih aktif, responsif, dan berkesinambungan. Penjaringan rutin, kunjungan rumah, pemeriksaan risiko, edukasi, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi dengan kader menjadi satu rangkaian layanan untuk meningkatkan keselamatan ibu dan bayi. Program ini juga membantu menekan risiko keterlambatan deteksi komplikasi sekaligus mendorong partisipasi ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan. Dengan pelaksanaan yang konsisten, JAMILA diharapkan terus meningkatkan cakupan K1 dan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Kembangbahu.



Post Comment