Loading Now

PODO SIMPATI Hadirkan Layanan Kesehatan Lebih Dekat untuk Lansia dan Balita di Wilayah Puskesmas Modo

Lamongan – Puskesmas Modo Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi PODO SIMPATI (Puskesmas Modo Siap Jemput Pasien Lansia dan Balita) untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan yang mengalami hambatan datang langsung ke fasilitas kesehatan. Program ini memanfaatkan mobil sehat desa dan mobil puskesmas keliling sebagai sarana antar jemput pasien dari tempat tinggal menuju puskesmas atau fasilitas pelayanan yang dibutuhkan. Pendekatan jemput bola tersebut diarahkan agar faktor jarak, keterbatasan mobilitas, dan ketiadaan pendamping tidak lagi menjadi penghalang masyarakat memperoleh pelayanan. Dengan mekanisme ini, pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Modo diharapkan menjadi lebih merata, inklusif, dan responsif.

Puskesmas Modo memiliki sembilan desa wilayah kerja, yakni Mojorejo, Pule, Yungyang, Medalem, Sumberagung, Kedungpengaron, Sambangrejo, Kedunglerep, dan Jegreg. Posisi Puskesmas Modo yang berada di Desa Mojorejo, di bagian pinggir wilayah kecamatan, membuat jarak tempuh dari beberapa desa menjadi relatif lebih jauh. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi lansia, balita, dan keluarga yang memiliki keterbatasan transportasi. PODO SIMPATI kemudian dikembangkan untuk mendekatkan layanan tanpa menunggu pasien datang sendiri ke puskesmas.

Pada tahap awal, sasaran program lebih banyak diarahkan kepada lansia yang tidak memiliki keluarga atau pendamping untuk mengantarkan mereka berobat. Setelah dilakukan evaluasi, Puskesmas Modo memperluas sasaran kepada balita yang mengalami masalah gizi maupun masalah kesehatan lainnya. Pengembangan tersebut dilakukan karena penanganan balita sakit dan balita bermasalah gizi menjadi bagian penting dalam percepatan penurunan stunting. Dengan demikian, PODO SIMPATI berkembang menjadi layanan yang menjangkau dua kelompok yang sama-sama membutuhkan dukungan akses kesehatan.

Mekanisme pelaksanaan dimulai dengan identifikasi dan pemetaan sasaran oleh kader desa dan petugas puskesmas. Pasien kemudian dijadwalkan untuk dijemput berdasarkan tingkat kebutuhan, urgensi kasus, serta ketersediaan armada. Layanan dapat diberikan di rumah apabila memungkinkan, atau pasien difasilitasi menuju puskesmas maupun rumah sakit apabila membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Sistem pendataan digunakan untuk mencatat identitas pasien, jenis layanan, serta tindak lanjut yang diperlukan agar pelayanan dapat dipantau secara berkesinambungan.

PODO SIMPATI juga mengintegrasikan sejumlah program kesehatan di Puskesmas Modo. Pada balita, layanan dapat mencakup pemantauan pertumbuhan, imunisasi, tatalaksana balita sakit, deteksi masalah gizi, edukasi MP-ASI, dan pemberian makanan tambahan. Pada lansia, pelayanan mencakup skrining penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes, pengobatan rutin, serta konseling kesehatan. Integrasi dengan promosi kesehatan dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga membuat pasien tidak hanya menerima pelayanan kuratif, tetapi juga edukasi dan pemantauan preventif.

Kolaborasi menjadi unsur penting dalam keberlangsungan program. Pemerintah desa dan kecamatan membantu pendataan sasaran, sosialisasi, serta dukungan logistik, sementara kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia berperan mengidentifikasi pasien dan berkomunikasi dengan keluarga. Puskesmas juga dapat berkoordinasi dengan sektor lain ketika menemukan kelompok yang sangat rentan dan membutuhkan dukungan lebih lanjut. Keterlibatan berbagai pihak tersebut memperkuat layanan agar tidak berhenti pada kegiatan antar jemput semata.

Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 14 Juli 2025 mencatat bahwa PODO SIMPATI telah melayani 37 pasien dalam lima bulan pelaksanaan. Artikel tersebut menyoroti bahwa balita dengan indikasi masalah gizi dapat dijemput langsung, menjalani pemeriksaan klinis, memperoleh konseling gizi, dan menerima bingkisan bahan makanan sebagai bentuk dukungan dan motivasi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan stunting di wilayah Puskesmas Modo. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan armada yang sudah tersedia dapat memberikan dampak nyata ketika diintegrasikan dengan pendekatan pelayanan proaktif.

Melalui PODO SIMPATI, Puskesmas Modo berupaya memastikan masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan tetap mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan. Program ini membantu meningkatkan kunjungan pasien, memperluas cakupan pelayanan lansia dan balita, serta menekan risiko keterlambatan penanganan masalah kesehatan dan gizi. Pendekatan jemput bola yang memanfaatkan mobil sehat desa dan puskesmas keliling juga dapat mengurangi beban biaya transportasi keluarga. Dengan evaluasi rutin dan dukungan lintas sektor, PODO SIMPATI diharapkan terus berkembang sebagai model pelayanan kesehatan yang merata, responsif, dan berkelanjutan di Kabupaten Lamongan.

Post Comment