Loading Now

CELENGAN, Cerita Online Lamongan Hidupkan Literasi Anak Lewat Instagram

Salah satu konten CELENGAN (Cerita Online Lamongan) yang menghadirkan sesi membaca nyaring secara daring melalui Instagram @arpusdalamongan. Foto: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan.

Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar terhadap pola layanan perpustakaan, termasuk kegiatan literasi anak yang sebelumnya banyak dilakukan secara tatap muka. Program Widuri Sebumi milik Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan harus vakum pada 2020 seiring pembatasan sosial yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus. Dampaknya, kunjungan anak-anak ke perpustakaan ikut menurun dan akses terhadap kegiatan mendongeng maupun membaca bersama menjadi terbatas. Kondisi tersebut mendorong lahirnya CELENGAN atau Cerita Online Lamongan sebagai upaya menjaga aktivitas literasi tetap berjalan melalui media digital.

CELENGAN dikembangkan sebagai bentuk adaptasi program literasi anak dengan memanfaatkan Instagram sebagai media utama. Metode mendongeng dan membaca nyaring yang sebelumnya dilakukan secara langsung kemudian dipindahkan ke ruang digital agar anak-anak tetap dapat menikmati cerita dari rumah. Konten disusun dengan pendekatan visual dan storytelling yang menarik agar sesuai dengan karakter audiens muda. Melalui format tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan berupaya mempertahankan minat baca sekaligus memperluas jangkauan kegiatan literasi.

Program ini tidak hanya mengunggah konten secara satu arah, tetapi juga memanfaatkan fitur interaktif Instagram seperti stories, live session, dan video untuk membangun keterlibatan audiens. Anak-anak dan orang tua dapat mengikuti sesi secara langsung, memberikan komentar, bertanya, dan merespons cerita yang dibawakan pendongeng. Interaksi tersebut membuat pengalaman membaca menjadi lebih partisipatif meskipun tidak berlangsung di ruang perpustakaan. Model ini sekaligus menunjukkan bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai ruang belajar dan hiburan yang tetap memiliki muatan edukatif.

Keberhasilan CELENGAN dipantau melalui tiga indikator utama, yakni jumlah pengikut Instagram, jumlah penonton, serta jumlah respons berupa like dan komentar pada setiap unggahan. Indikator tersebut digunakan untuk melihat jangkauan serta tingkat keterlibatan masyarakat terhadap konten yang disajikan. Data dari fitur analitik Instagram kemudian menjadi bahan evaluasi bagi pengelola untuk memperbaiki tema, waktu tayang, dan cara penyampaian cerita. Dengan pemantauan yang rutin, program dapat terus menyesuaikan diri dengan minat anak-anak dan kebiasaan pengguna media sosial.

CELENGAN juga menjadi pengembangan dari Widuri Sebumi yang sebelumnya mengandalkan pertemuan fisik. Perubahan platform membuat kegiatan mendongeng dan membaca nyaring dapat diakses dari mana saja selama tersedia perangkat dan jaringan internet. Hal ini memperluas kesempatan bagi keluarga yang tidak dapat berkunjung langsung ke perpustakaan untuk tetap mendapatkan bahan bacaan dan kegiatan literasi. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu manfaat utama inovasi, terutama pada masa ketika mobilitas masyarakat masih terbatas.

Pada 27 April 2023, salah satu sesi CELENGAN menampilkan cerita “Kue Lebaran dari Amira” yang dibacakan oleh Kak Fitri dan Kak Laras melalui Instagram @arpusdalamongan. Materi promosi resmi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan memperlihatkan bahwa kegiatan ini dikemas dalam visual yang ramah anak dan disiarkan pada pukul 09.00 WIB. Kehadiran sesi-sesi seperti ini menunjukkan bahwa CELENGAN tidak berhenti sebagai gagasan saat pandemi, tetapi terus digunakan sebagai kanal literasi daring. Hingga 2026, Dinas Arpusda Lamongan masih secara rutin mempublikasikan agenda CELENGAN dengan tema cerita yang berbeda-beda.

Pedoman teknis CELENGAN mencatat bahwa mekanisme pelayanan inovasi dapat menghasilkan proses dalam waktu satu hari, sedangkan proses penciptaannya dirancang berlangsung sekitar satu hingga tiga bulan. Tahapan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan, perancangan konten, uji coba, peluncuran, pemantauan, dan evaluasi. Pengelolaan media sosial dilakukan secara konsisten agar kualitas konten tetap terjaga dan jangkauan audiens dapat terus berkembang. Pola kerja ini memungkinkan CELENGAN menjadi inovasi yang relatif sederhana, tetapi adaptif terhadap perubahan kebiasaan masyarakat.

Melalui CELENGAN, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa layanan literasi dapat tetap relevan ketika ruang fisik menghadapi keterbatasan. Perpaduan metode mendongeng, membaca nyaring, interaksi langsung, dan media sosial membuka jalur baru bagi anak-anak untuk menikmati cerita dan membangun kebiasaan membaca. Inovasi ini juga memperlihatkan bahwa transformasi digital tidak selalu harus berbentuk aplikasi khusus, tetapi dapat memanfaatkan platform yang sudah akrab bagi masyarakat. CELENGAN pada akhirnya menjadi jembatan antara tradisi bercerita dan budaya digital untuk menjaga literasi anak tetap hidup.

Sumber bahan: CELENGAN (Cerita Online Lamongan), Kabupaten Lamongan, 2023; serta dokumentasi resmi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan.

Post Comment