Loading Now

IKAN KETING Manfaatkan Olahan Ikan untuk Perkuat Pencegahan Stunting di Karanggeneng

BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN

Dokumentasi asli kegiatan inovasi IKAN KETING (Ikan Ku Olah Cegah Stunting) di wilayah Puskesmas Karanggeneng. Sumber: Puskesmas Karanggeneng Kabupaten Lamongan.

Lamongan – Puskesmas Karanggeneng Kabupaten Lamongan mengembangkan inovasi IKAN KETING (Ikan Ku Olah Cegah Stunting) sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penurunan stunting melalui pemanfaatan ikan sebagai sumber protein hewani. Program ini difokuskan di wilayah kerja Puskesmas Karanggeneng, khususnya Desa Tracal, dengan mengolah ikan menjadi makanan tambahan dalam kegiatan posyandu. Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi protein dalam masa pertumbuhan. Melalui pendekatan berbasis pangan lokal, IKAN KETING menghubungkan intervensi gizi dengan pemberdayaan masyarakat secara langsung.

IKAN KETING hadir dari perhatian terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak periode awal kehidupan anak. Pedoman teknis menekankan bahwa asupan protein memiliki peran penting dalam mendukung pertambahan tinggi dan berat badan anak, termasuk pada usia di atas enam bulan. Ikan dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diolah dan tersedia di wilayah Kabupaten Lamongan. Pemanfaatan ikan lokal juga diharapkan meningkatkan minat anak untuk mengonsumsi makanan bergizi melalui bentuk olahan yang lebih menarik.

Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui Program Makanan Tambahan atau PMT berbahan dasar ikan yang diberikan secara rutin di posyandu. Sasaran program mencakup balita dan ibu hamil agar pemenuhan kebutuhan protein dapat dimulai sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut juga terhubung dengan kelas ibu hamil, penyuluhan gizi, dan pemantauan kesehatan berkala oleh petugas kesehatan. Dengan layanan yang saling terintegrasi, intervensi tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang.

Desain IKAN KETING menggunakan data dari kegiatan posyandu dan bulan timbang sebagai dasar penyusunan intervensi. Pemantauan pada bulan Februari dan Agustus dimanfaatkan untuk melihat status gizi anak dan menentukan kebutuhan tindak lanjut yang lebih tepat sasaran. Data dari penanggung jawab gizi kemudian digunakan untuk mendukung edukasi, penyuluhan, serta pemberian makanan bergizi kepada kelompok sasaran. Pendekatan berbasis data tersebut membantu Puskesmas Karanggeneng menyesuaikan layanan dengan kondisi masyarakat di wilayah Tracal.

Kolaborasi menjadi bagian penting dalam keberlanjutan IKAN KETING. Puskesmas Karanggeneng bekerja sama dengan pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat, dan unsur masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program, baik dari sisi edukasi maupun dukungan material. Partisipasi masyarakat diarahkan agar keluarga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut memahami dan menerapkan pengolahan pangan bergizi di rumah. Sinergi tersebut memperkuat upaya pencegahan stunting melalui sumber daya yang tersedia di lingkungan setempat.

Dokumentasi resmi Puskesmas Karanggeneng menunjukkan pelaksanaan inovasi IKAN KETING yang melibatkan masyarakat dan berbagai unsur terkait. Publikasi resmi pada Juli 2024 juga menjelaskan bahwa ikan lokal seperti patin, lele, mas, mujair, tongkol, dan tuna dapat menjadi rujukan konsumsi anak untuk mendukung pencegahan stunting. Ikan tersebut tidak harus dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi dapat diolah menjadi berbagai menu agar lebih menarik bagi anak. Upaya ini sekaligus mendorong pemanfaatan potensi perikanan lokal Kabupaten Lamongan sebagai bagian dari intervensi kesehatan masyarakat.

Melalui IKAN KETING, Puskesmas Karanggeneng berupaya membangun pola pencegahan stunting yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemanfaatan ikan sebagai PMT, edukasi gizi, kelas ibu hamil, pemantauan kesehatan, serta kolaborasi lintas pihak menjadi rangkaian pelayanan yang saling mendukung. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan protein, memperbaiki status gizi ibu dan anak, serta menumbuhkan kebiasaan konsumsi pangan bergizi di tingkat keluarga. Dengan dukungan masyarakat yang berkelanjutan, IKAN KETING menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat upaya penurunan stunting di Kabupaten Lamongan.

Post Comment