Puskesmas Tikung Hadirkan PELUK REMATRI CERIA untuk Cegah Anemia pada Remaja Putri
BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN

Dokumentasi asli kegiatan Aksi Bergizi bagi remaja putri di Kabupaten Lamongan, yang menguatkan edukasi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah untuk pencegahan anemia. Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.
Lamongan – Puskesmas Tikung Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi PELUK REMATRI CERIA (Pendampingan Untuk Remaja Putri Cegah Anemia) sebagai upaya meningkatkan kesehatan remaja putri sekaligus menekan risiko anemia sejak usia sekolah. Inovasi ini dilatarbelakangi masih ditemukannya remaja putri dengan kadar hemoglobin rendah yang dapat berdampak pada konsentrasi, imunitas tubuh, prestasi belajar, kebugaran, hingga produktivitas. Kondisi anemia juga menjadi perhatian karena remaja putri merupakan calon ibu yang pada masa mendatang akan menjalani proses kehamilan dan persalinan. Apabila tidak ditangani sejak dini, anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan berkontribusi terhadap terjadinya stunting.
PELUK REMATRI CERIA dikembangkan melalui pendekatan pendampingan yang menggabungkan edukasi, pemantauan kesehatan, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), serta pemanfaatan teknologi komunikasi. Salah satu lokasi awal pelaksanaan program adalah SMK Islam Bakalan Pule di wilayah kerja Puskesmas Tikung, yang sebelumnya memiliki jumlah remaja putri dengan anemia cukup tinggi. Program tersebut tidak hanya berupaya meningkatkan kadar hemoglobin, tetapi juga membangun pengetahuan mengenai kebutuhan gizi, pentingnya menjaga kesehatan diri, dan personal hygiene. Dengan pendekatan ini, remaja putri didorong menjadi lebih aktif dalam menjaga kesehatannya sendiri.
Pelaksanaan inovasi diperkuat melalui pembentukan Duta Rematri Ceria dari kalangan siswi. Para duta memperoleh pembekalan mengenai deteksi anemia, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta pendampingan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah. Mereka kemudian berperan sebagai penggerak sekaligus pendamping bagi remaja putri lainnya sehingga edukasi kesehatan tidak hanya berlangsung antara petugas kesehatan dan siswa, tetapi juga melalui pendekatan teman sebaya. Model tersebut diharapkan membuat pesan pencegahan anemia lebih mudah diterima dalam kehidupan sehari-hari remaja.
Selain pendampingan langsung, PELUK REMATRI CERIA menyediakan buku saku dan e-buku saku yang memuat informasi mengenai penyebab dan gejala anemia, cara pencegahan, serta kebutuhan gizi untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Kepatuhan minum TTD juga dipantau melalui checklist dan pemantauan secara daring sehingga petugas kesehatan dapat mengetahui perkembangan peserta dengan lebih mudah. Program ini diperkuat melalui grup WhatsApp yang melibatkan duta, remaja putri, guru, dan tenaga kesehatan sebagai ruang edukasi, konsultasi, serta diskusi apabila peserta mengalami keluhan kesehatan. Pemanfaatan media komunikasi tersebut membuat pendampingan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Upaya pencegahan anemia juga dilakukan melalui GESERMI TAPERA atau Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar dimulai. Kegiatan tersebut membantu membangun kebiasaan konsumsi TTD secara teratur sekaligus memudahkan proses pemantauan. Pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala dilakukan sebagai salah satu indikator untuk melihat perkembangan kesehatan remaja putri dan efektivitas intervensi yang diberikan. Puskesmas Tikung juga menjalankan Posyandu Rematri Ceria sebagai kegiatan rutin untuk memantau kondisi kesehatan peserta secara berkelanjutan.
Pengembangan PELUK REMATRI CERIA tidak berhenti di lingkungan sekolah. Pada 2023, program diperluas melalui pembentukan duta remaja putri di desa dan pelaksanaan pendampingan melalui posyandu remaja. Langkah tersebut dilakukan agar program juga dapat menjangkau remaja yang telah lulus maupun tidak lagi bersekolah. Duta yang dipilih dari desa diberikan bimbingan teknis serta buku saku, sementara koordinasi dan pendampingan tetap diperkuat melalui grup komunikasi daring.
Melalui PELUK REMATRI CERIA, Puskesmas Tikung berupaya membangun pencegahan anemia yang tidak hanya berorientasi pada pemberian Tablet Tambah Darah, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku hidup sehat. Dukungan tenaga kesehatan, sekolah, desa, kader remaja, serta lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membentuk generasi remaja putri yang lebih sehat, aktif, dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda dan mendukung pencegahan stunting sejak fase remaja.



Post Comment