STARSDUT Rawat Tari Tradisional dari Bangku Sekolah

EMPAT LAWANG — SDN Talang Tinggi mengembangkan STARSDUT sebagai ruang pelestarian tari tradisional sekaligus pengembangan bakat siswa. Sanggar ini memadukan latihan terstruktur, pendampingan seniman lokal, pemanfaatan properti alam, dan pementasan sebagai sarana pembentukan karakter.
Pendidikan dasar tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik. Sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Di Dusun Talang Tinggi, kekayaan seni tari tradisional menghadapi tantangan karena semakin kuatnya pengaruh budaya modern dan digital.
Pada saat yang sama, minat dan bakat siswa di bidang seni belum selalu memperoleh ruang yang memadai. Keterbatasan fasilitas serta belum tersusunnya program ekstrakurikuler secara terstruktur membuat potensi anak sulit berkembang secara berkelanjutan. Kondisi tersebut melatarbelakangi lahirnya STARSDUT atau Sanggar Tari SDN Talang Tinggi.

Sanggar Sekolah Menjadi Ruang Pelestarian
STARSDUT dirancang sebagai wadah latihan tari tradisional dan tari kreasi bagi peserta didik. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu di lingkungan sekolah atau balai dusun. Siswa memperoleh latihan gerak, ekspresi, kekompakan, serta pemahaman mengenai filosofi yang terkandung dalam setiap tarian.
Program dimulai dengan pendataan minat dan bakat siswa pada awal semester. Peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan dan kebutuhan latihan. Guru bertindak sebagai pengelola kegiatan, sedangkan praktisi seni lokal dilibatkan untuk memperkuat ketepatan gerak dan keterhubungan tarian dengan tradisi masyarakat.
Kurikulum tari disusun bersama tokoh adat agar materi yang diajarkan memiliki standar yang jelas. Siswa tidak sekadar menghafal rangkaian gerakan, tetapi juga memahami nilai yang melatarbelakanginya. Cara tersebut membantu generasi muda mengenali identitas budaya sekaligus menghargai pengetahuan yang diwariskan oleh para pendahulu.
Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan melalui pementasan kecil atau minishow. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perkembangan, menerima masukan, dan membangun keberanian tampil di depan orang lain. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan materi latihan berikutnya.
Eco-Cultural Dance Jadi Ciri Khas
Kebaruan STARSDUT terletak pada metode Eco-Cultural Dance. Gerak tari tradisional dipadukan dengan penggunaan media alam yang tersedia di Dusun Talang Tinggi, seperti bambu atau hasil bumi, sebagai properti pertunjukan. Pendekatan tersebut memperkuat hubungan antara seni, lingkungan, dan kehidupan masyarakat setempat.
Properti tari dapat dibuat secara swadaya oleh sekolah, siswa, dan masyarakat. Proses pembuatan memberikan pengalaman tambahan mengenai kreativitas, kerja sama, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Siswa belajar bahwa pertunjukan budaya tidak hanya dibangun melalui gerak, tetapi juga melalui musik, kostum, properti, dan cerita yang menyertainya.
Bagi siswa, kegiatan sanggar membantu menyalurkan bakat, melatih disiplin, dan meningkatkan rasa percaya diri. Bagi guru, STARSDUT memperkuat kemampuan mengelola kreativitas dan mengintegrasikan nilai budaya ke dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Bagi masyarakat, program menjadi ruang kolaborasi sekaligus hiburan edukatif dalam kegiatan desa.
Dikembangkan Bertahap Selama Enam Bulan
Tahap persiapan dilakukan pada bulan pertama melalui sosialisasi kepada orang tua dan tokoh masyarakat. Sekolah kemudian membentuk struktur organisasi Sanggar STARSDUT agar pembagian peran dan jadwal kegiatan menjadi jelas. Dukungan keluarga serta masyarakat diperlukan agar latihan dapat berlangsung secara rutin dan berkelanjutan.
Pada bulan kedua hingga keempat, kegiatan difokuskan pada rekrutmen pelatih, pembuatan atau pengadaan properti tari, serta latihan mingguan. Kolaborasi guru dengan praktisi seni lokal membuat siswa mendapat pendampingan yang lebih lengkap. Setiap sesi diarahkan untuk meningkatkan teknik, kekompakan, ekspresi, dan pemahaman budaya.
Tahap pengembangan dilakukan pada bulan kelima melalui pembuatan video dokumentasi dan publikasi di media sosial sekolah. Siswa juga diarahkan mengikuti perlombaan atau mengisi acara tingkat kecamatan dan kabupaten. Pada bulan keenam, keterampilan siswa serta dampak program dievaluasi sebagai dasar penyempurnaan dan keberlanjutan sanggar.
Sumber: STARSDUT (Sanggar Tari SDN Talang Tinggi) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.



Post Comment