MANTRI MANIS, Edukasi dan Skrining HIV/AIDS Perkuat Deteksi Dini di Puskesmas Turi
Puskesmas Turi Kabupaten Lamongan mengembangkan MANTRI MANIS atau Melakukan Edukasi dan Tes Skrining, Menemukan, Mengobati HIV/AIDS sebagai inovasi pelayanan kesehatan yang berfokus pada edukasi, deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan. Program ini lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama remaja, sekaligus mendorong kelompok berisiko agar lebih bersedia melakukan skrining HIV. Sebelum inovasi berjalan, belum terdapat kader kesehatan remaja di 19 desa wilayah sasaran. Setelah program dikembangkan, terbentuk 50 kader kesehatan remaja yang tersebar di 10 desa dan menjadi bagian dari komunitas remaja pendukung edukasi kesehatan.
MANTRI MANIS tidak hanya menyampaikan informasi mengenai HIV/AIDS, tetapi juga membawa masyarakat lebih dekat dengan layanan tes dan pengobatan. Edukasi mencakup cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya tes, serta upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS. Skrining awal dilakukan menggunakan tes rapid HIV untuk membantu menemukan kasus lebih dini. Apabila hasil pemeriksaan memerlukan tindak lanjut, pasien diarahkan pada konfirmasi diagnosis, konsultasi medis, dan perencanaan perawatan yang sesuai.
Perubahan partisipasi skrining menjadi salah satu capaian yang dicatat dalam pedoman teknis. Pada 2021, hanya 1 dari 177 calon pengantin atau sekitar 0,56 persen yang bersedia mengikuti skrining HIV. Setelah MANTRI MANIS diterapkan, pada 2022 tercatat 145 dari 207 calon pengantin atau sekitar 70,05 persen bersedia menjalani skrining. Pedoman juga mencatat seluruh sasaran populasi kunci yang dijangkau bersedia melakukan skrining, sementara kepatuhan minum obat mencapai 28 dari 29 pasien atau 96,6 persen.
Setelah pasien ditemukan, layanan MANTRI MANIS dilanjutkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, serta pembahasan mengenai kondisi dan harapan pasien. Pengobatan antiretroviral atau ARV diberikan sesuai kebutuhan medis, disertai pendampingan agar pasien tetap patuh terhadap terapi. Program juga menyediakan dukungan psikologis, sosial, kultural, dan spiritual untuk membantu pasien menghadapi dampak yang tidak hanya bersifat medis. Pendekatan tersebut membuat pelayanan lebih menyeluruh karena kebutuhan pasien dipandang dari berbagai sisi.
Pelayanan turut mencakup kunjungan poli dan home visit bagi pasien yang membutuhkan pemantauan lebih intensif. Pada kondisi tertentu, pasien pada stadium terminal diarahkan memperoleh tata laksana gejala dan perawatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup. Keluarga juga mendapat ruang dukungan, termasuk konseling ketika menghadapi masa duka. Dengan demikian, MANTRI MANIS tidak berhenti pada tahap menemukan kasus, tetapi mendampingi pasien dan keluarga sepanjang proses pelayanan.
Hasil survei yang dicantumkan dalam pedoman menunjukkan tingkat kepuasan terhadap pemahaman terkait HIV/AIDS sebesar 73 persen dan kepuasan terhadap layanan sebesar 90 persen. Angka tersebut memperlihatkan pentingnya kombinasi antara edukasi, skrining, pengobatan, dan pendampingan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan HIV/AIDS. Program ini juga diarahkan untuk meminimalkan diskriminasi serta memperkuat kesadaran melakukan pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin. Dengan keterlibatan kader kesehatan remaja dan pelayanan yang terintegrasi, jangkauan edukasi di komunitas dapat diperluas.
MANTRI MANIS menunjukkan bahwa penanggulangan HIV/AIDS di tingkat puskesmas dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat, cepat, dan manusiawi. Pedoman teknis menyebut proses layanan inovasi dapat dihasilkan dalam waktu satu hari, sedangkan proses penciptaan inovasinya dirancang sekitar satu hingga tiga bulan. Integrasi edukasi masyarakat, tes skrining, terapi ARV, konseling, dan dukungan keluarga menjadi kekuatan utama inovasi Puskesmas Turi ini. Melalui pola tersebut, MANTRI MANIS diharapkan terus memperkuat deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS di Kabupaten Lamongan.



Post Comment