Puskesmas Turi Hadirkan TAS MANTRI untuk TingkatkanKualitas Perawatan Pasien Disabilitas
BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN

Dokumentasi asli kegiatan perawatan pasien disabilitas yang mendukung pelaksanaan inovasi TAS MANTRI. Sumber: Puskesmas Turi Kabupaten Lamongan.
Lamongan – Puskesmas Turi Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi TAS MANTRI (Desabilitas Mandiri Terlindungi) sebagai upaya meningkatkan kualitas perawatan pasien disabilitas yang mendapatkan layanan Home Care Services (HCS). Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk memperkuat kemampuan keluarga maupun tetangga yang berperan sebagai caregiver dalam memberikan perawatan secara mandiri. Pada periode 2020–2021 tercatat 30 pasien disabilitas dari total 110 pasien HCS di wilayah Turi, sementara angka kematian pasien mencapai 10 orang. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sistem pendampingan yang lebih terstruktur agar pasien disabilitas memperoleh perawatan yang aman, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan.
Sebelum TAS MANTRI diterapkan, Puskesmas Turi belum menyediakan pelatihan khusus bagi 110 caregiver yang tersebar di 19 desa. Sebagian caregiver masih mengalami keterbatasan pengetahuan dalam memantau kondisi pasien, memberikan obat, maupun menghadapi situasi darurat. Tantangan pelayanan juga dipengaruhi kondisi geografis dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan, khususnya pada wilayah yang terpencil maupun rawan bencana seperti banjir. Situasi tersebut mendorong Puskesmas Turi mengembangkan model pemberdayaan caregiver agar perawatan dasar tetap dapat diberikan secara tepat di lingkungan tempat tinggal pasien.
TAS MANTRI menggabungkan pelatihan langsung dengan pemanfaatan aplikasi digital yang dapat diakses melalui telepon pintar maupun laptop. Aplikasi tersebut memuat materi pelatihan dan panduan praktis mengenai perawatan pasien disabilitas sehingga caregiver dapat mempelajari kembali materi kapan pun diperlukan. Informasi yang disediakan antara lain pemantauan tanda vital, pemberian obat yang benar, kepatuhan minum obat, serta langkah awal ketika menghadapi kondisi darurat. Melalui akses informasi yang lebih mudah, caregiver diharapkan semakin percaya diri dan tidak sepenuhnya bergantung pada kehadiran tenaga kesehatan dalam menjalankan perawatan sehari-hari.
Pelatihan caregiver dilaksanakan secara rutin oleh Puskesmas Turi untuk memastikan pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam praktik. Setelah TAS MANTRI berjalan pada 2021, pelatihan telah dilaksanakan di 10 dari 19 desa dengan cakupan 70 caregiver atau 63,63 persen dari total 110 caregiver. Peningkatan cakupan tersebut menjadi salah satu capaian penting karena semakin banyak keluarga dan pendamping pasien yang memperoleh keterampilan dasar perawatan. Caregiver juga diarahkan untuk mampu mengenali perubahan kondisi pasien lebih dini sehingga dapat segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Layanan TAS MANTRI terintegrasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Turi sehingga caregiver tetap memiliki akses terhadap bantuan profesional. Melalui sistem tersebut, caregiver dapat memperoleh arahan lanjutan apabila menemukan kondisi pasien yang membutuhkan penanganan kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan desa dan lintas sektor turut memperkuat keberlanjutan program, baik dalam pelaksanaan pelatihan, penyediaan informasi, maupun pendampingan di masyarakat. Integrasi ini membentuk jaringan pelayanan yang lebih dekat dengan pasien disabilitas sekaligus mengurangi hambatan akses pelayanan kesehatan.
Pemantauan dan evaluasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TAS MANTRI. Puskesmas Turi melakukan pemantauan terhadap keterampilan caregiver serta perkembangan kesehatan pasien disabilitas untuk menilai efektivitas program. Survei kepuasan masyarakat juga digunakan sebagai bahan evaluasi agar pelayanan dapat terus diperbaiki sesuai kebutuhan pengguna. Dengan evaluasi berkala, program tidak hanya berfokus pada jumlah peserta pelatihan, tetapi juga pada kualitas penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh caregiver.
Melalui TAS MANTRI, Puskesmas Turi berupaya membangun sistem perawatan pasien disabilitas yang lebih inklusif, mandiri, dan berkeadilan. Pemberdayaan caregiver, dukungan aplikasi digital, integrasi dengan tenaga kesehatan, serta pemantauan berkelanjutan menjadi rangkaian layanan yang saling melengkapi. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien disabilitas sekaligus menekan risiko kesehatan yang dapat muncul akibat keterlambatan atau keterbatasan perawatan. TAS MANTRI sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi keluarga, masyarakat, teknologi, dan layanan kesehatan dapat menjadi kekuatan dalam menghadirkan perlindungan yang lebih baik bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Lamongan.



Post Comment