GESSAH Ajak Setiap Siswa Memungut Satu Sampah Setiap Hari

EMPAT LAWANG — SD Negeri 4 Sikap Dalam mengembangkan GESSAH untuk mengubah kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. Melalui aksi Satu Siswa Satu Sampah, setiap peserta didik dibiasakan memungut minimal satu sampah setiap hari dan membuangnya sesuai jenis.
Kebersihan lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif. Namun, sampah plastik, kertas, dan bungkus jajanan masih sering ditemukan di halaman maupun ruang kelas, terutama setelah jam istirahat. Masalah tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan.
SD Negeri 4 Sikap Dalam kemudian mengembangkan GESSAH, Gerakan Edukasi Satu Siswa Satu Sampah untuk mewujudkan sekolah bersih, sehat, dan berkarakter. Aksi inti program disebut SASISAM atau Satu Siswa Satu Sampah. Gerakan ini menempatkan setiap warga sekolah sebagai bagian dari solusi kebersihan.
Satu Sampah Menjadi Awal Perubahan
Setiap siswa diwajibkan mengambil minimal satu sampah yang ditemukan setiap hari. Aksi dapat dilakukan ketika tiba di sekolah, saat istirahat, maupun sebelum pulang. Sampah kemudian dimasukkan ke tempat yang telah dipilah antara organik dan anorganik. Kebiasaan sederhana ini dilakukan tanpa mengambil waktu pelajaran khusus.
GESSAH menggeser cara pandang bahwa kebersihan hanya menjadi tugas petugas atau guru. Siswa didorong memiliki rasa kepemilikan terhadap lingkungan sekolah. Dari kebiasaan memungut karena kewajiban, mereka diarahkan menuju perilaku memungut karena kesadaran dan kepedulian.
Gerakan harian diperkuat melalui Operasi Semut selama lima menit sebelum pembelajaran, Jumat Bersih, serta lomba kebersihan kelas. Guru dan kepala sekolah ikut memberikan teladan secara langsung di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan karakter dilaksanakan melalui praktik nyata, bukan hanya melalui nasihat.
Nilai yang dibangun meliputi tanggung jawab, disiplin, gotong royong, dan cinta lingkungan. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti di sekolah, tetapi terbawa ke rumah dan masyarakat. Lingkungan yang lebih bersih juga mendukung kenyamanan belajar serta kesehatan seluruh warga sekolah.
Duta Kebersihan Pantau Perubahan Setiap Kelas
Sekolah membentuk tim pelaksana yang melibatkan kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Perwakilan siswa ditunjuk sebagai Duta Kebersihan untuk menggerakkan teman dan memantau kondisi kelas. Mereka menggunakan daftar periksa sederhana untuk mencatat area yang masih memerlukan perhatian.
Sebelum program dilaksanakan, tim memetakan titik rawan sampah seperti halaman, selokan, sudut kelas, dan area jajanan. Sekolah kemudian menempatkan tempat sampah terpilah pada lokasi yang mudah dijangkau. Poster edukatif turut dipasang sebagai pengingat agar aksi dilakukan secara konsisten.
Evaluasi dilakukan setiap akhir pekan untuk melihat tingkat partisipasi siswa dan area yang masih sering kotor. Sekolah memberikan apresiasi berupa gelar Kelas Terbersih sebagai motivasi. Hasil evaluasi digunakan untuk menambah sarana, memperbaiki edukasi, atau menyesuaikan pola pelaksanaan di lapangan.
Dibangun Bertahap dalam Sembilan Minggu
Tahap inisiasi dan identifikasi masalah berlangsung pada minggu pertama hingga kedua Januari 2025. Tim menganalisis penyebab rendahnya kebersihan, memetakan titik penumpukan sampah, dan menetapkan gerakan Satu Siswa Satu Sampah sebagai strategi perubahan perilaku.
Perancangan sistem dan persiapan sarana dilakukan pada minggu ketiga hingga keempat Januari. Sosialisasi serta pembentukan Duta Kebersihan berlangsung pada dua minggu pertama Februari. Uji coba dan implementasi dilaksanakan pada minggu ketiga hingga keempat Februari, kemudian dievaluasi pada minggu pertama Maret.
Teknologi informasi digunakan sebagai pendukung melalui dokumentasi foto dan video, publikasi media sosial, grup WhatsApp wali murid, serta pelaporan mingguan guru. Dengan langkah sederhana dan biaya yang rendah, GESSAH menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari satu tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh siswa.
Sumber: GESSAH (Gerakan Edukasi Satu Siswa Satu Sampah untuk Mewujudkan Sekolah Bersih, Sehat, dan Berkarakter) Tahun 2025, SD Negeri 4 Sikap Dalam, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.



Post Comment