SiGeSID, Pesan Digital Puskesmas Muara Saling Dorong Imunisasi Tepat Waktu
UPTD Puskesmas Muara Saling menghadirkan SiGeSID untuk mempercepat penyampaian informasi imunisasi dasar kepada masyarakat. Jadwal posyandu, pesan pengingat, edukasi, dan konsultasi disampaikan melalui grup WhatsApp yang melibatkan ibu, kader, serta tenaga kesehatan. Gerakan ini juga dilengkapi pemetaan sasaran dan penyisiran berkala bagi bayi atau balita yang belum memperoleh imunisasi lengkap. Pendekatan digital dan komunitas tersebut diarahkan untuk menjaga cakupan imunisasi sekaligus meluruskan informasi keliru yang beredar di masyarakat.

Seorang tenaga kesehatan memberikan pelayanan imunisasi kepada balita dengan pendampingan orang tua. SiGeSID mendorong keluarga memperoleh informasi jadwal, manfaat, dan pengingat imunisasi dasar secara lebih cepat. Kader posyandu dan tenaga kesehatan menjadi penghubung utama antara layanan dan masyarakat. Foto: Dokumentasi kegiatan imunisasi.
EMPAT LAWANG — UPTD Puskesmas Muara Saling, Kabupaten Empat Lawang, meluncurkan SiGeSID atau Inovasi Gerakan Sadar Imunisasi Dasar untuk memperkuat pelayanan kesehatan anak. Inovasi ini berstatus pelayanan langsung kepada masyarakat dengan uji coba pada 13 Januari 2025 dan implementasi pada 3 Februari 2025. Program tersebut kemudian memasuki tahap pengembangan pada 5 Mei 2025. SiGeSID dirancang agar bayi dan balita memperoleh imunisasi dasar secara lengkap dan tepat waktu.
Gagasan SiGeSID berangkat dari tantangan penyebaran informasi di wilayah kerja Puskesmas Muara Saling yang cukup luas. Informasi jadwal posyandu sebelumnya disampaikan secara berjenjang dari bidan desa kepada perangkat desa, kader, lalu masyarakat. Pola tersebut membutuhkan waktu, terutama ketika terjadi perubahan hari atau jadwal pelayanan. Keterlambatan informasi dinilai dapat berkontribusi terhadap orang tua yang terlambat atau tidak membawa bayinya untuk imunisasi dasar.
Persoalan lain berasal dari rendahnya pengetahuan sebagian masyarakat, keterbatasan akses pelayanan, serta beredarnya kabar keliru mengenai imunisasi. Puskesmas juga menghadapi tantangan dalam membangun kesadaran orang tua bahwa imunisasi perlu diberikan secara lengkap sesuai waktunya. Karena itu, SiGeSID menggabungkan pendekatan promotif, preventif, digital, dan kolaboratif. Gerakan ini melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, serta keluarga yang memiliki bayi dan balita.
| “Pesan pengingat jadwal imunisasi dikirimkan dua hari sebelum pelayanan dan diulangi satu hari menjelang pelaksanaan posyandu.” |
Dari Surat Manual ke Grup WhatsApp
Pembaruan utama SiGeSID terletak pada penggunaan grup WhatsApp sebagai saluran informasi dan edukasi. Nomor orang tua yang memiliki bayi dihimpun untuk dimasukkan ke dalam grup komunikasi program. Melalui saluran tersebut, petugas membagikan jadwal posyandu dan imunisasi terbaru secara langsung. Cara ini menggantikan ketergantungan pada surat undangan manual dan penyampaian lisan yang membutuhkan rantai komunikasi lebih panjang.
Pesan pengingat dikirimkan dua hari sebelum pelayanan dan diulangi satu hari menjelang jadwal posyandu. Pengingat tersebut membantu orang tua menyiapkan waktu, buku kesehatan ibu dan anak, serta kebutuhan lain sebelum datang ke lokasi pelayanan. Apabila jadwal berubah, informasi dapat segera diperbarui dalam grup tanpa menunggu pemberitahuan dari rumah ke rumah. Kecepatan komunikasi menjadi penting agar kesempatan imunisasi tidak terlewat hanya karena informasi terlambat diterima.
Grup WhatsApp juga difungsikan sebagai ruang konsultasi daring antara masyarakat dan tenaga kesehatan Puskesmas Muara Saling. Orang tua dapat menanyakan manfaat imunisasi, jadwal pemberian, maupun kekhawatiran yang muncul setelah menerima informasi dari lingkungan sekitar. Tenaga kesehatan memberikan penjelasan untuk meluruskan hoaks dan membantu keluarga mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar. Dengan demikian, media digital tidak hanya menjadi papan pengumuman, tetapi juga ruang edukasi yang berlangsung dua arah.
Pemetaan dan Penyisiran Sasaran
SiGeSID tidak berhenti pada penyebaran pesan melalui telepon genggam. Tim bersama kader melakukan pemetaan bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Data tersebut menjadi dasar untuk menyusun jadwal penyisiran setiap tiga bulan bagi anak yang tidak hadir di posyandu. Pendekatan ini membantu petugas menjangkau sasaran yang berisiko tertinggal dari jadwal pelayanan rutin.
Pada hari pelayanan, tenaga kesehatan tetap memberikan penyuluhan langsung mengenai pengertian dan manfaat imunisasi dasar tepat waktu. Sesi diskusi disiapkan agar orang tua dapat menyampaikan hambatan yang dihadapi, termasuk kendala akses maupun kekhawatiran terhadap imunisasi. Kader posyandu berperan membantu menggerakkan partisipasi masyarakat serta mengingatkan keluarga di wilayahnya. Kolaborasi tersebut membuat layanan digital tetap terhubung dengan pendampingan langsung di tingkat komunitas.
Monitoring dilakukan dengan memanfaatkan buku register kehadiran posyandu dan buku kesehatan ibu dan anak milik sasaran. Catatan tersebut digunakan untuk melihat kehadiran, status imunisasi, serta tindak lanjut yang masih diperlukan. Evaluasi dilaksanakan secara berkala untuk mengukur efektivitas kegiatan dan tingkat partisipasi masyarakat di setiap desa. Hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan prosedur dan perluasan cakupan program.
Cakupan Imunisasi Terus Dijaga
Dokumen inovasi mencatat capaian imunisasi di wilayah Puskesmas Muara Saling sebesar 98,7 persen pada 2023. Cakupan tersebut meningkat menjadi 99,1 persen pada 2024 dan 99,7 persen pada 2025. Jumlah sasaran yang tercatat pada periode tersebut masing-masing sebanyak 236, 337, dan 305. Angka itu menjadi pijakan bagi puskesmas untuk mempertahankan capaian sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
Tujuan utama SiGeSID adalah meningkatkan capaian imunisasi dasar agar anak terlindungi dari penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Program juga ditujukan untuk mempercepat sampainya jadwal pelayanan kepada masyarakat di wilayah kerja yang luas. Konsultasi daring dan edukasi langsung diharapkan meningkatkan pengetahuan serta sikap orang tua terhadap imunisasi. Pada saat yang sama, kerja sama dengan kader dan tokoh masyarakat diperkuat untuk menjaga partisipasi keluarga.
Bagi masyarakat, SiGeSID memberikan kemudahan memperoleh informasi yang jelas tanpa harus menunggu pemberitahuan berjenjang. Keluarga dapat mengetahui lokasi dan waktu pelayanan sekaligus memperoleh jawaban atas pertanyaan seputar imunisasi dasar. Anak yang tidak hadir dalam pelayanan rutin dapat ditelusuri melalui pemetaan dan kegiatan penyisiran berkala. Rangkaian tersebut membuat layanan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan sasaran di setiap desa.
Gerakan Komunitas yang Berkelanjutan
Tahapan SiGeSID dimulai dari identifikasi masalah, pembentukan tim inovasi, penyusunan prosedur, dan pengenalan program kepada masyarakat. Setelah itu, puskesmas menjalankan sosialisasi, implementasi di posyandu, pendokumentasian, serta monitoring dan evaluasi. Pelaporan disusun secara periodik dan berbasis bukti untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana. Pola kerja tersebut memberi ruang bagi tim untuk memperbaiki sistem ketika ditemukan kendala di lapangan.
Kekuatan SiGeSID terletak pada perpaduan teknologi sederhana dengan jejaring sosial yang sudah hidup di desa. WhatsApp mempercepat arus informasi, sementara kader dan tokoh masyarakat memastikan pesan menjangkau keluarga yang membutuhkan. Tenaga kesehatan menyediakan penjelasan profesional agar keputusan orang tua tidak dipengaruhi hoaks atau informasi yang tidak tepat. Sinergi tersebut membentuk gerakan yang lebih dekat, fleksibel, dan mudah diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
Melalui SiGeSID, Puskesmas Muara Saling menempatkan keluarga sebagai mitra aktif dalam menjaga kesehatan anak. Orang tua tidak hanya menerima jadwal, tetapi juga mendapat akses untuk berkonsultasi dan memahami manfaat imunisasi. Kader memperoleh peran lebih kuat dalam pemetaan sasaran, pengingat pelayanan, dan tindak lanjut bagi anak yang belum lengkap imunisasinya. Inovasi ini diharapkan menjaga Kecamatan Saling tetap sehat melalui perlindungan anak yang dimulai sejak usia dini.
Sumber bahan berita: SiGeSID Tahun 2025, UPTD Puskesmas Muara Saling, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.



Post Comment