Loading Now

SILAW Percepat Pelaporan Data Kesehatan Mitra Puskesmas Waluya

Bekasi – UPTD Puskesmas Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mengembangkan SILAW atau Sistem Informasi Laporan WalKr’s untuk mempercepat pengumpulan data kesehatan dari mitra pelayanan di wilayah kerjanya. Inovasi digital ini memanfaatkan Google Form sebagai kanal pelaporan bulanan bagi jejaring WalKr’s, yakni mitra layanan kesehatan di Desa Waluya dan Desa Karangraharja. Kehadiran SILAW menjawab kebutuhan Puskesmas terhadap data tambahan dari luar gedung, terutama ketika jumlah kunjungan langsung belum cukup menggambarkan seluruh cakupan pelayanan di masyarakat. Dengan sistem tersebut, laporan dapat dikirim secara daring, lebih cepat, dan tersusun berdasarkan kategori yang telah ditentukan.

Jejaring WalKr’s mencakup berbagai sarana pelayanan kesehatan swasta yang telah bekerja sama dengan Puskesmas Waluya. Dalam proposal inovasi tercatat wilayah kerja Puskesmas memiliki 10 klinik, tiga apotek, enam praktik dokter mandiri, serta 14 praktik bidan mandiri. Para mitra tersebut menjadi sumber penting data pelayanan remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan balita yang tidak seluruhnya tercatat melalui kunjungan ke Puskesmas. Melalui SILAW, data dari jejaring pelayanan tersebut dapat dihimpun dalam satu sistem pelaporan yang lebih seragam.

Mekanisme SILAW dibuat sederhana agar mudah digunakan oleh pengelola klinik dan praktik mandiri. Puskesmas membentuk tim teknis, mengumpulkan kontak WhatsApp mitra, membuat grup komunikasi, lalu membagikan tautan Google Form untuk pengiriman laporan. Mitra diminta menyampaikan laporan setiap bulan dan membuat konfirmasi melalui grup WhatsApp pada tanggal 28 setelah pelaporan dilakukan. Data yang masuk dapat dipantau oleh pemegang program dan diekspor secara langsung untuk kebutuhan rekapitulasi serta analisis.

Pelaporan terpadu tersebut membantu Puskesmas Waluya memantau capaian program kesehatan ibu dan anak secara lebih lengkap. Data yang dihimpun mencakup antara lain kunjungan remaja dan calon pengantin, K1 dan K4 ibu hamil, persalinan oleh tenaga kesehatan, risiko tinggi dan komplikasi, serta pelayanan bayi dan balita. Informasi itu juga digunakan sebagai dasar perencanaan kebutuhan pelayanan seperti vaksin, Buku KIA, makanan tambahan bagi balita dengan masalah gizi, serta vitamin A bagi ibu nifas. Dengan data yang lebih cepat tersedia, tindak lanjut program dapat disiapkan berdasarkan kebutuhan yang muncul di lapangan.

SILAW sekaligus mengurangi ketergantungan pada laporan berbasis kertas karena proses pengumpulan dilakukan secara daring. Google Form dipilih karena dapat digunakan tanpa biaya tambahan, mudah diakses, dan tidak membutuhkan kuota internet yang besar. Penggunaan sistem digital juga mempermudah penyimpanan dan penelusuran data serta menghemat waktu pengelola layanan ketika menyerahkan laporan bulanan. Puskesmas kemudian melakukan monitoring terhadap aktivitas pengisian dan mengevaluasi hambatan yang dialami mitra agar sistem tetap berjalan secara berkelanjutan.

Hubungan antara Puskesmas Waluya dan jejaring WalKr’s dibangun dengan prinsip saling mendukung. Mitra yang aktif mengirimkan laporan memperoleh dukungan program sesuai kebutuhan dan kerja sama yang telah disepakati, seperti distribusi vaksin, Buku KIA, vitamin A, bahan medis tertentu, hingga dukungan pemberian makanan tambahan. Pola tersebut mendorong klinik dan praktik mandiri tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian dari jejaring informasi kesehatan wilayah. Koordinasi rutin antara Puskesmas dan mitra menjadi kunci agar kualitas serta ketepatan waktu data tetap terjaga.

Melalui SILAW, UPTD Puskesmas Waluya berupaya membangun tata kelola data kesehatan yang lebih cepat, praktis, dan terintegrasi dengan jejaring pelayanan di masyarakat. Sistem ini membantu Puskesmas memperoleh gambaran pelayanan yang lebih luas sehingga capaian program tidak hanya bertumpu pada data kunjungan di dalam gedung. Model berbasis Google Form juga relatif mudah diterapkan karena memanfaatkan teknologi yang tersedia secara gratis dan familiar bagi pengguna. Ke depan, penguatan kedisiplinan pelaporan dan evaluasi berkala diharapkan membuat SILAW semakin mendukung perencanaan pelayanan kesehatan yang tepat sasaran di wilayah Waluya dan Karangraharja.

Post Comment