GRASUKAN Dorong Anak Gemar Makan Ikan untuk Perbaikan Gizi di Wilayah Puskesmas Dradah

Lamongan – Puskesmas Dradah Kabupaten Lamongan mengembangkan inovasi GRASUKAN (Gerakan Suka Makan Ikan) sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan pada anak usia prasekolah melalui makanan olahan berbahan dasar ikan. Program ini diarahkan untuk memperbaiki status gizi anak dengan memanfaatkan ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah diperoleh dan relatif terjangkau. Sasaran utama kegiatan adalah anak-anak PAUD di wilayah kerja Puskesmas Dradah yang membutuhkan dukungan pola makan bergizi seimbang sejak usia dini. Melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, GRASUKAN berupaya menumbuhkan kebiasaan makan ikan sekaligus mencegah masalah gizi pada anak.
Program ini berangkat dari kondisi bahwa usia prasekolah merupakan masa penting bagi pertumbuhan tulang, gigi, otot, darah, perkembangan kecerdasan, dan pembentukan kebiasaan makan. Pada fase tersebut, sebagian anak mulai memilih makanan yang disukai dan menolak makanan tertentu atau mengalami picky eating. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan asupan energi, protein, vitamin, dan mineral lebih rendah dibandingkan kebutuhan pertumbuhan. GRASUKAN kemudian hadir untuk memperkenalkan ikan dalam bentuk olahan yang lebih beragam agar lebih menarik bagi anak-anak.
Kegiatan GRASUKAN tidak hanya menyajikan ikan dalam bentuk utuh seperti ikan goreng, tetapi mengembangkan menu yang lebih variatif. Menu makan bersama di PAUD dapat berupa hidangan lengkap maupun kudapan sehat berbahan dasar ikan yang disusun berbeda pada setiap kegiatan. Variasi ini memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba tekstur, bentuk, dan cita rasa baru tanpa kehilangan manfaat protein hewani dari ikan. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan ketertarikan anak untuk mengonsumsi ikan secara rutin.
Kebaruan inovasi terletak pada kolaborasi antara Puskesmas Dradah dan PAUD dalam mengoptimalkan kegiatan makan bersama yang telah dilaksanakan secara berkala. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima makanan, tetapi dilibatkan dalam proses persiapan sebelum makanan dikonsumsi. Peserta dapat dibagi dalam kelompok kecil berisi empat hingga lima anak dengan pendampingan guru atau petugas. Keterlibatan langsung tersebut diharapkan menumbuhkan rasa ingin tahu, antusiasme, dan pengalaman positif terhadap makanan berbahan ikan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi antara ahli gizi puskesmas, bidan desa sasaran, pemegang program promosi kesehatan, guru, serta pengurus PAUD. Tim kemudian menyepakati jadwal kegiatan, siklus menu, serta teknis edukasi yang akan diberikan kepada anak dan orang tua. Saat praktik berlangsung, anak-anak memperoleh bahan makanan, mempersiapkan sajian dengan pendampingan, kemudian makan bersama menu yang telah dibuat. Edukasi mengenai menu empat bintang dan pentingnya konsumsi ikan disampaikan dengan metode bercerita agar lebih mudah diterima anak usia dini.
GRASUKAN juga melibatkan orang tua dan pengasuh sebagai bagian penting dalam keberlanjutan kebiasaan makan sehat di rumah. Melalui kegiatan di sekolah, orang tua memperoleh tambahan pengetahuan mengenai ragam olahan ikan yang dapat dipraktikkan secara sederhana. Program ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat bonding antara orang tua dan anak melalui aktivitas menyiapkan makanan bergizi. Dengan dukungan keluarga, kebiasaan konsumsi ikan diharapkan tidak hanya berlangsung saat kegiatan sekolah, tetapi menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Manfaat program diarahkan pada tersedianya menu makan bersama yang lebih bervariasi, meningkatnya pengetahuan orang tua mengenai olahan ikan, serta terbentuknya koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam perbaikan gizi anak usia prasekolah. GRASUKAN juga mendukung Gerakan Sekolah Sehat, khususnya aspek sehat bergizi, melalui pembiasaan konsumsi makanan bergizi seimbang di lingkungan PAUD. Selain itu, program diharapkan membantu menurunkan risiko gizi kurang, berat badan kurang, dan masalah pertumbuhan melalui peningkatan konsumsi protein hewani. Pendekatan promotif dan partisipatif membuat upaya perbaikan gizi lebih dekat dengan keseharian anak.
Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 1 Agustus 2024 menampilkan GRASUKAN sebagai gerakan untuk mendorong masyarakat lebih gemar mengonsumsi ikan. Pada pelaksanaan di Puskesmas Dradah, fokus program diwujudkan melalui kolaborasi dengan PAUD dan keluarga untuk mengenalkan variasi makanan olahan ikan kepada anak sejak dini. Model kegiatan yang menggabungkan edukasi, praktik menyiapkan makanan, dan makan bersama membuat pesan gizi disampaikan secara lebih menyenangkan. Melalui GRASUKAN, Puskesmas Dradah berupaya membangun kebiasaan makan ikan sebagai bagian dari upaya memperbaiki status gizi dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.



Post Comment