LIBAS KARIES Tekan Risiko Gigi Berlubang Sejak Dini pada Balita di Puskesmas Paciran

Lamongan – Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan mengembangkan inovasi LIBAS KARIES (Balita Bebas Karies) untuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Program ini hadir karena balita termasuk kelompok yang rawan mengalami karies atau gigi berlubang, sementara kondisi kesehatan gigi dapat memengaruhi nafsu makan, tumbuh kembang, hingga kesiapan belajar anak. Melalui pendekatan promotif dan preventif, orang tua dan balita dibekali pengetahuan sekaligus layanan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala. Upaya tersebut diarahkan agar kesehatan gigi menjadi bagian dari kebiasaan keluarga, bukan hanya ditangani ketika keluhan sudah muncul.
LIBAS KARIES lahir dari perhatian terhadap kondisi kesehatan gigi anak di Desa Sendang Duwur. Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan mencatat bahwa sebelum program berjalan, indeks karies anak atau def-t mencapai 5,7, yang berarti setiap anak rata-rata memiliki kerusakan pada sekitar lima hingga enam gigi. Angka tersebut menjadi dasar penting bagi Puskesmas Paciran untuk memperkuat intervensi pencegahan sejak usia balita. Dengan pola pendampingan yang terstruktur, program menargetkan penurunan karies sekaligus peningkatan pemahaman orang tua mengenai perawatan gigi anak.
Rangkaian kegiatan LIBAS KARIES mencakup penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, sesi diskusi dan tanya jawab, sikat gigi bersama, pemeriksaan gigi dan mulut, serta pencatatan hasil pemeriksaan dalam buku rapor LIBAS KARIES. Balita juga mendapatkan pemberian topical fluoride setiap enam bulan sekali dan sikat gigi gratis. Kombinasi edukasi dan pelayanan langsung tersebut membantu keluarga memahami cara menjaga kebersihan gigi secara benar sekaligus memantau perkembangan kondisi gigi anak. Pendekatan ini menjadikan pencegahan karies lebih sistematis dan mudah diikuti oleh orang tua.
Peran orang tua, terutama ibu atau pengasuh, menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Balita pada umumnya belum mampu membersihkan gigi secara efektif sehingga masih membutuhkan bantuan dan pengawasan orang dewasa. Kebiasaan minum susu botol pada malam hari dan kurangnya pembersihan gigi setelah makan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Karena itu, edukasi kepada keluarga diarahkan tidak hanya pada teknik menyikat gigi, tetapi juga pada perubahan kebiasaan sehari-hari yang berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak.
Pelaksanaan LIBAS KARIES juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin sebagai langkah deteksi dini. Setiap hasil pemeriksaan dicatat agar perkembangan kondisi gigi balita dapat dipantau dari waktu ke waktu. Apabila ditemukan masalah, orang tua dapat segera memperoleh arahan untuk tindak lanjut sebelum kondisi menjadi lebih berat. Pendekatan ini membantu menekan risiko nyeri, infeksi, serta gangguan makan yang dapat memengaruhi status gizi dan perkembangan anak.
Hasil pelaksanaan menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan publikasi RISDA Kabupaten Lamongan, indeks karies rata-rata balita peserta program di Desa Sendang Duwur pada 2022 turun menjadi 1,21. Capaian tersebut menunjukkan penurunan yang sangat besar dibandingkan kondisi awal sebelum program berjalan. Dalam pedoman teknis, capaian tersebut juga ditempatkan dalam kategori rendah menurut klasifikasi WHO, sehingga menjadi indikator bahwa intervensi edukasi dan pencegahan dapat memberi dampak nyata apabila dilakukan secara konsisten.
Manfaat LIBAS KARIES tidak hanya terlihat dari penurunan angka karies, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi balita. Orang tua memperoleh pengetahuan mengenai teknik perawatan yang benar, sementara anak mulai diperkenalkan pada rutinitas menyikat gigi melalui kegiatan yang menyenangkan. Pemberian sikat gigi gratis dan fluoride turut memperluas akses terhadap upaya pencegahan, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan demikian, program juga membantu mengurangi kesenjangan dalam memperoleh layanan kesehatan gigi dasar.
Melalui LIBAS KARIES, Puskesmas Paciran menunjukkan bahwa pencegahan masalah gigi pada balita dapat dilakukan melalui kombinasi edukasi, pemantauan, pelayanan langsung, dan keterlibatan keluarga. Kebiasaan menjaga kesehatan gigi yang dibentuk sejak dini diharapkan terus terbawa hingga anak memasuki usia sekolah dan dewasa. Program ini juga memiliki peluang untuk direplikasi di wilayah lain karena menggunakan kegiatan yang relatif sederhana namun terstruktur. Dengan komitmen petugas dan dukungan orang tua, LIBAS KARIES diharapkan terus memperkuat fondasi kesehatan gigi dan kualitas tumbuh kembang anak di Kabupaten Lamongan.

Post Comment