KEMBANG SEPATU, Layanan Terpadu Puskesmas Ngimbang Jaga Lansia Tetap Sehat, Aktif, dan Produktif

Lamongan – Puskesmas Ngimbang menghadirkan inovasi KEMBANG SEPATU atau Kumpulan Masyarakat Ngimbang Sehat Sepanjang Waktu sebagai layanan terpadu untuk meningkatkan kualitas kesehatan lansia. Program ini menggabungkan kegiatan Penyakit Tidak Menular (PTM), pelayanan lansia, dan Perkesmas dalam satu rangkaian pendampingan berbasis kelompok. Kehadirannya dilatarbelakangi tingginya kerentanan kelompok lanjut usia terhadap hipertensi, diabetes melitus, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Melalui pendekatan yang terintegrasi, lansia didorong agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif sepanjang waktu.
Kebutuhan terhadap layanan tersebut semakin penting karena prevalensi tekanan darah tinggi meningkat seiring pertambahan usia. Data yang menjadi dasar inovasi menunjukkan prevalensi tekanan darah tinggi di Jawa Timur sebesar 36,3 persen, meningkat dari 26,4 persen pada Riskesdas 2013. Pada kelompok usia 55–64 tahun prevalensinya mencapai 54 persen, kemudian 60,54 persen pada usia 65–74 tahun, dan 67,71 persen pada usia 75 tahun ke atas. Kondisi tersebut mendorong Puskesmas Ngimbang memperkuat pemantauan kesehatan lansia secara rutin dan berkelanjutan.
Pelayanan KEMBANG SEPATU dimulai dengan pendataan dan pengelompokan lansia berdasarkan wilayah tempat tinggal. Setiap kelompok mendapatkan jadwal kunjungan Posbindu secara berkala, sekaligus dibentuk grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi dan konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dalam kegiatan Posbindu, lansia menjalani pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah acak, kolesterol, dan asam urat. Hasil pemeriksaan menjadi dasar pemantauan serta penatalaksanaan faktor risiko penyakit tidak menular agar masalah kesehatan dapat diketahui lebih dini.
KEMBANG SEPATU tidak hanya mengandalkan pemeriksaan kesehatan. Lansia juga mengikuti senam Ling Tien Kung untuk menjaga kebugaran, forum group discussion atau FGD bersama tenaga kesehatan, serta fun game dan lomba kecil yang membuat kegiatan lebih menyenangkan. Program ini turut memberikan edukasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan cara pengelolaannya sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Kombinasi aktivitas fisik, edukasi, interaksi sosial, dan pemantauan kesehatan menjadikan pelayanan lebih menyeluruh terhadap kebutuhan fisik, mental, dan sosial lansia.
Data pendukung yang dipublikasikan RISDA menunjukkan prevalensi hipertensi di Kabupaten Lamongan mencapai 34,70 persen, sementara ketidakpatuhan minum obat hipertensi mencapai 75,15 persen. Kerutinan pemeriksaan kadar gula darah juga masih menjadi perhatian karena pada 2018 tercatat 2,15 persen di Kabupaten Lamongan, dibandingkan rata-rata Jawa Timur sebesar 2,38 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi, kepatuhan pengobatan, dan pemeriksaan berkala menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit tidak menular. KEMBANG SEPATU menyediakan ruang bagi lansia untuk memperoleh ketiga layanan tersebut dalam satu kegiatan yang terjadwal.
Pendekatan berbasis kelompok juga memperkuat keterlibatan sosial lansia. Melalui pertemuan rutin, peserta dapat berbagi pengalaman, berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan, serta saling memotivasi untuk menjalankan pola hidup sehat. Evaluasi kegiatan menunjukkan peserta menjadi lebih waspada terhadap penyakit tidak menular dan berkomitmen mengikuti Posbindu secara rutin. Lansia juga terdorong untuk berolahraga setiap minggu dan memanfaatkan TOGA di lingkungan rumah sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Komunikasi layanan tetap berlangsung di luar jadwal pertemuan melalui grup WhatsApp dan media sosial. Sarana tersebut digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan, menjaga komunikasi, serta membuka akses konsultasi antara lansia dengan tenaga kesehatan. Dengan demikian, pendampingan tidak berhenti setelah kegiatan Posbindu selesai, tetapi dapat dilanjutkan ketika peserta membutuhkan informasi atau arahan. Pola komunikasi ini sekaligus mendukung keberlanjutan pemantauan kesehatan lansia di wilayah kerja Puskesmas Ngimbang.
KEMBANG SEPATU menjadi salah satu upaya Puskesmas Ngimbang untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi seluruh kelompok usia. Program ini memperlihatkan bahwa pelayanan lansia dapat dikembangkan tidak hanya melalui pemeriksaan medis, tetapi juga melalui aktivitas fisik, edukasi, pemberdayaan, dan interaksi sosial yang menyenangkan. Evaluasi berkala digunakan untuk mengembangkan kegiatan berikutnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan peserta. Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, KEMBANG SEPATU diharapkan mampu membentuk komunitas lansia Ngimbang yang semakin sadar kesehatan, produktif, dan bahagia.



Post Comment