KABAYAN TIBA Perkuat Deteksi Dini dan Pendampingan Pasien TBC di Wilayah Puskesmas Bahagia

Bekasi – UPTD Puskesmas Bahagia mengembangkan inovasi KABAYAN TIBA (Kader Bahagia Melayani TB Paru di Bahagia) sebagai upaya mempercepat penemuan kasus dan mencegah penularan tuberkulosis di tengah masyarakat. Inovasi ini telah dijalankan sejak 2019 dengan melibatkan kader kesehatan terlatih bersama tenaga kesehatan dalam pelacakan suspek, investigasi kontak, skrining aktif, serta pemantauan kepatuhan pengobatan pasien TBC. Wilayah kerja Puskesmas Bahagia yang padat penduduk dan memiliki intensitas interaksi masyarakat yang tinggi menjadi salah satu alasan pendekatan berbasis komunitas ini dibutuhkan. Melalui keterlibatan kader, pelayanan TBC tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi bergerak lebih dekat ke lingkungan tempat tinggal warga.
KABAYAN TIBA berangkat dari persoalan keterlambatan penemuan kasus TBC yang kerap terjadi karena gejalanya dianggap sebagai gangguan saluran pernapasan biasa. Pada kondisi seperti itu, pasien berpotensi tetap beraktivitas tanpa mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi sehingga risiko penularan kepada keluarga dan lingkungan sekitar menjadi lebih besar. Puskesmas Bahagia kemudian menempatkan kader sebagai penghubung antara masyarakat dan petugas kesehatan untuk membantu menemukan terduga TBC lebih dini. Kader yang telah mendapatkan pelatihan juga ikut memberikan edukasi agar masyarakat memahami gejala, cara penularan, pentingnya pemeriksaan, dan kewajiban menyelesaikan pengobatan sampai tuntas.
Pelaksanaan KABAYAN TIBA dilakukan melalui beberapa kegiatan utama, antara lain investigasi kontak, penyuluhan TBC, pelatihan atau refreshing kader, serta pencatatan dan pelaporan. Investigasi kontak dilakukan terhadap keluarga dan orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, khususnya pasien dengan hasil pemeriksaan positif. Petugas dan kader juga melakukan kunjungan rumah untuk memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai penggunaan masker, pembuangan dahak, lingkungan rumah sehat, serta kepatuhan minum obat. Dalam proses pengobatan, kader dapat berperan sebagai Pemantau Minum Obat untuk membantu pasien menyelesaikan terapi sesuai ketentuan medis.
Data pelaksanaan menunjukkan jangkauan skrining meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, sebanyak 122 orang menjalani skrining dan 57 orang dicatat sebagai TB SO, sedangkan 65 orang bukan TBC. Jumlah skrining meningkat menjadi 260 orang pada 2022 dengan 67 orang TB SO dan 193 orang bukan TBC, kemudian naik menjadi 575 orang pada 2023 dengan 79 orang TB SO dan 496 orang bukan TBC. Peningkatan jumlah warga yang dijangkau menunjukkan bahwa investigasi kontak dan pencarian kasus aktif melalui KABAYAN TIBA semakin luas di wilayah pelayanan Puskesmas Bahagia.
Pendekatan berbasis kader juga membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan dan memperkuat dukungan terhadap pasien TBC. Pasien yang sedang menjalani terapi dapat dipantau secara lebih rutin sehingga risiko putus obat dapat ditekan, sementara keluarga memperoleh pemahaman mengenai cara mencegah penularan di rumah. Keterlibatan kader menjadi penting karena mereka tinggal di lingkungan yang sama dengan masyarakat dan lebih mudah menjalin komunikasi dengan pasien maupun keluarga. Pada akhir 2023, pelaksanaan inovasi dilaporkan turut mendukung peningkatan cakupan pengobatan TBC sesuai standar hingga mencapai 100 persen.
Keberlanjutan KABAYAN TIBA diperkuat melalui kerja sama antara tim Puskesmas Bahagia, kader kesehatan, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lintas program seperti promosi kesehatan dan perawatan kesehatan masyarakat. Pelatihan kader dilakukan secara berkala untuk memperbarui pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menemukan terduga TBC, melakukan edukasi, dan mendampingi pasien. Dukungan anggaran bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan untuk menunjang kegiatan pelatihan dan operasional lapangan. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadikan penanggulangan TBC sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tenaga kesehatan.
Melalui KABAYAN TIBA, UPTD Puskesmas Bahagia berupaya membangun pelayanan TBC yang lebih aktif, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Deteksi dini, investigasi kontak, pemantauan minum obat, dan edukasi menjadi satu rangkaian pelayanan yang diarahkan untuk memutus mata rantai penularan sekaligus membantu pasien memperoleh pengobatan tepat waktu. Model pelayanan berbasis kader juga memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungannya sendiri. Dengan pelaksanaan yang konsisten, KABAYAN TIBA diharapkan terus mendukung penurunan kesakitan dan kematian akibat TBC serta memperkuat upaya eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Bekasi.

Post Comment