MENARA BTS Dorong Deteksi Dini Pendengaran Anak Sekolah di Kabupaten Bekasi

Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Bekasi Raya terus memperkuat upaya pencegahan gangguan pendengaran melalui inovasi MENARA BTS (Menuju Arah Bekasi Telinga Sehat). Inovasi ini dikembangkan sebagai bagian dari percepatan menuju visi Sound Hearing 2030 sekaligus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan pendengaran yang sebenarnya dapat dicegah maupun dideteksi sejak dini. Salah satu fokus pengembangannya pada tahun 2026 adalah pemeriksaan pendengaran bagi anak sekolah dengan memanfaatkan teknologi digital. Pendekatan tersebut diharapkan membuat deteksi dini semakin mudah dilakukan langsung di lingkungan pendidikan.
Pengembangan MENARA BTS dilatarbelakangi oleh kondisi gangguan kesehatan telinga yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Bekasi. Pada 2023, kotoran telinga tercatat menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak yang dirujuk, sebelum kemudian mengalami penurunan setelah dilakukan pelatihan dan workshop bagi dokter umum puskesmas pada momentum World Hearing Day 2024. Menjelang akhir 2025, kondisi tersebut disebut turun hingga berada pada urutan ke-12. Capaian tersebut mendorong Komda PGPKT Bekasi Raya bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, sekolah, dan masyarakat untuk melanjutkan inovasi melalui pendekatan yang lebih luas dan preventif.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui skrining pendengaran anak sekolah di SMP Negeri 1 Cikarang Selatan pada 11 April 2026. Pemeriksaan menggunakan aplikasi digital Screen-H dan melibatkan anggota Komda PGPKT Bekasi Raya, dokter spesialis THT-BKL, dokter umum dan dokter gigi puskesmas, sekolah, organisasi profesi, komunitas, serta mitra swasta. Kegiatan tersebut juga dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap deteksi dini gangguan pendengaran pada anak. Program ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan World Hearing Day 2026 dan peluncuran Sekolah Peduli Pendengaran di SMP Negeri 1 Cikarang Selatan.
Dalam proposal MENARA BTS, dari rencana pemeriksaan terhadap 200 siswa disebutkan 192 anak memenuhi syarat untuk mengikuti skrining. Dokumen yang sama mencatat 189 anak memperoleh hasil pendengaran normal dan 4 anak terdeteksi mengalami gangguan pendengaran, kemudian diarahkan untuk mendapatkan tindak lanjut melalui rujukan ke puskesmas terdekat. Selain pemeriksaan, sebanyak 200 siswa juga mendapatkan penyuluhan mengenai cara menjaga kesehatan pendengaran dan pengenalan lima program emas PGPKT. Rangkaian kegiatan tersebut menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang strategis untuk meningkatkan literasi kesehatan sejak usia dini.
Lima program emas yang terus didorong melalui inovasi ini meliputi pencegahan tuli kongenital, sumbatan serumen, Otitis Media Supuratif Kronik atau congek, Gangguan Pendengaran Akibat Bising, serta presbikusis atau gangguan pendengaran akibat pertambahan usia. Pendekatan edukasi dan skrining di sekolah menjadi penting karena gangguan pendengaran pada anak tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi dapat memengaruhi proses belajar, kemampuan berkomunikasi, perkembangan psikologis, dan kualitas hidup. Dengan pemeriksaan lebih awal, gangguan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti sebelum memberikan dampak yang lebih besar. Inovasi MENARA BTS karena itu menempatkan pencegahan dan deteksi dini sebagai bagian utama dari perlindungan kesehatan masyarakat.
Manfaat inovasi juga diperkuat melalui pengembangan kapasitas tenaga kesehatan. Komda PGPKT Bekasi Raya melaksanakan pelatihan penggunaan aplikasi Screen-H kepada tenaga kesehatan Puskesmas Sukadami yang menjalankan program pemeriksaan kesehatan anak sekolah. Kolaborasi dengan Puskesmas Sukadami telah didukung melalui kerja sama sebelumnya dan dinilai membantu pelaksanaan program kesehatan sesuai siklus hidup. Model kolaborasi ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak hanya berorientasi pada satu kegiatan skrining, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan penguatan kemampuan layanan kesehatan primer.
Kehadiran MENARA BTS turut memberikan dampak kelembagaan dan peluang replikasi. Inovasi Komda PGPKT Bekasi Raya direkomendasikan oleh Komite Pusat PGPKT untuk dapat direplikasi oleh komite-komite daerah lain di Indonesia. Kolaborasi multisektor yang melibatkan pemerintah daerah, puskesmas, sekolah, organisasi profesi, komunitas, dan mitra swasta menjadi kekuatan utama untuk memperluas jangkauan program. Melalui kesinambungan skrining, edukasi, pelatihan tenaga kesehatan, dan dukungan sekolah, Kabupaten Bekasi diharapkan dapat semakin dekat dengan target menjadi Kabupaten Telinga Sehat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sound Hearing 2030.

Post Comment